<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ahlulkisa</title>
	<atom:link href="http://ahlulkisa.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ahlulkisa.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Apr 2012 12:15:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Jilbab Busana Seorang Muslimah</title>
		<link>http://ahlulkisa.com/jilbab-busana-seorang-muslimah.html</link>
		<comments>http://ahlulkisa.com/jilbab-busana-seorang-muslimah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Apr 2012 12:12:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahlulkisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jendela Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[anak kecil cantik berjilbab.]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[artikel agama islam]]></category>
		<category><![CDATA[artikel islam]]></category>
		<category><![CDATA[artikel islam terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel islami]]></category>
		<category><![CDATA[artikel tentang islam]]></category>
		<category><![CDATA[artikelislam]]></category>
		<category><![CDATA[Batas Aurat]]></category>
		<category><![CDATA[Busana]]></category>
		<category><![CDATA[Dimana]]></category>
		<category><![CDATA[foto anak kecil berjilbab]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Hawa]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[islam artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Isteri Orang]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[Jilbab Busana Seorang Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan artikel islam]]></category>
		<category><![CDATA[Laki Laki]]></category>
		<category><![CDATA[Maha]]></category>
		<category><![CDATA[Marak]]></category>
		<category><![CDATA[Pakaian]]></category>
		<category><![CDATA[Pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[Penyayang]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Perhiasan]]></category>
		<category><![CDATA[Tanda Kekuasaan Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Tanda Tanda Kekuasaan Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Taqwa]]></category>
		<category><![CDATA[Telinga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlulkisa.com/?p=2372</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu&#8217;min:&#8221;Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka&#8221;. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221; (QS. Al Ahzaab (33) : 59) Jilbab. Akhir-akhir ini kata tersebut semakin marak terdengar di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;" align="center">&#8220;Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu&#8217;min:&#8221;Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka&#8221;. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221;</p>
<p style="text-align: left;" align="center">(QS. Al Ahzaab (33) : 59)</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Jilbab</strong>. Akhir-akhir ini kata tersebut semakin marak terdengar di telinga kita seiring dengan semakin semaraknya saudara-saudara kita para muslimah memakainya dalam kehidupannya sehari-hari. Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan jilbab itu ? Apa pula dasar hukumnya dan mengapa Islam mewajibkan kaum hawa untuk mengenakannya di dalam kesehariannya ?</p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-2372"></span></p>
<p style="text-align: left;"><strong>1. Pengertian Jilbab</strong></p>
<p style="text-align: left;">Islam sebagai agama yang bersifat universal dalam arti mempunyai aturan-aturan yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dimana di dalamnya terdapat aturan/hukum-hukum yang mengatur masalah pakaian baik itu bagi laki-laki maupun bagi perempuan, yang pada intinya pakaian itu baik bagi laki-laki maupun bagi perempuan digunakan sebagai penutup aurat sebagaimana disebutkan di dalam Al Qur&#8217;an. Firman Allah :</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan pakaian untuk menutupi &#8216;auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya &#8216;auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. (QS. Al A&#8217;raaf (7) : 26-27)</p>
<p style="text-align: left;">Sehingga yang menjadi permasalahan sekarang adalah manakah batas-batas aurat itu ? Untuk aurat laki-laki sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Ahmad, dan Hakim adalah dari pusar sampai dengan lutut. Bagian itulah yang bagi laki-laki harus ditutup sedangkan bagian yang lainnya boleh ditampakkan.</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Dari Muhammad bin Jahsy berkata : Rasulullah lewat di depan Ma&#8217;mar kedua pahanya terbuka, maka sabdanya : Hai Ma&#8217;mar ! Tutuplah kedua pahamu karena paha itu aurat&#8221; (HR. Bukhari, Ahmad, Hakim)</p>
<p style="text-align: left;">Lalu dimanakah aurat wanita itu ? Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dikatakan bahwa aurat wanita itu adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan hingga pergelangan tangannya.</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Hai Asmaa&#8217; ! Sesungguhnya seorang perempuan apabila telah datang waktu haidh, tidak patut diperlihatkan tubuhnya melainkan ini dan ini (Rasulullah berkata sambil menunjuk muka dan kedua telapak tangannya hingga pergelangannya)&#8221; (HR. Abu Dawud dari Aisyah r.a)</p>
<p style="text-align: left;">Di dalam Al Qur&#8217;an Allah berfirman yang artinya :</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Katakanlah kepada wanita yang beriman:&#8221;Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An Nuur (24) : 31)</p>
<p style="text-align: left;">Dari uraian diatas dapatlah kita ketahui bahwa jilbab merupakan pakaian yang lapang yang menutup aurat wanita (seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan sampai pergelangan tangan). Jadi pada pengertian tersebut jilbab berbeda dengan kerudung. Kerudng merupakan kain yang digunakan untuk menutupi kepala, leher, hingga dada sedangkan jilbab maliputi keseluruhan pakaian yang menutup mulai dari kepala sampai kaki kecuali muka dan telapak tangan hingga pergelangan tangan. Sehingga seseorang yang mengenakan jilbab pasti berkerudung tetapi orang yang berkerudung belum tentu berjilbab.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>2. Kewajiban berjilbab bagi muslimah</strong></p>
<p style="text-align: left;">Seorang muslimah adalah seorang wanita yang mengaku dirinya beriman kepada Allah dimana keimanannya itu diyakini dalam hati, diikrarkan dengan lisan dan diwujudkan dengan perbuatan sehari-hari. Dan pengamalan dari keimanan ini adalah dengan menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Mengenakan jilbab bagi seorang wanita adalah merupakan suatu perintah dari Allah SWT dimana hukumnya adalah wajib yang bila dikerjakan berpahala dan bila ditinggalkan berdosa. Hal ini didasarkan atas perintah Allah dalam surat Al Ahzaab ayat 59 dan surat An Nuur ayat 31 diatas</p>
<p style="text-align: left;">Dari dua ayat ini jelas bahwa Allah mewajibkan wanita beriman untuk mengenakan jilbabnya /kerudungnya kecuali kepada orang-orang tertentu seperti yang tercantum dalam surat An Nuur : 31 diatas yaitu :</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita&#8221;</p>
<p style="text-align: left;">Jadi amatlah disayangkan apabila kita menjumpai saudara-saudara kita muslimah yang memakai jilbabnya hanya untuk kepentingan-kepentingan tertentu saja seperti pada waktu sekolah, mengajar, kuliah, dsb. Tetapi diluar itu apabila dia keluar rumah tidak memakai jilbabnya. Marilah kita perhatikan dan kita renungkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dari Ibnu Mas&#8217;ud :</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Perempuan itu adalah aurat, maka apabila ia keluar dari rumahnya maka syetanpun berdiri tegak (dirangsang olehnya)&#8221; (HR. Turmudzi)</p>
<p style="text-align: left;"><strong>3. Hikmah memakai jilbab dalam kehidupan sehari-hari</strong></p>
<p style="text-align: left;">Begitu pentingnya jilbab bagi seorang muslimah sehingga dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda :</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Telah berkata Ummu &#8216;Athiyah saya bertanya : &#8216;Ya Rasulullah apakah salah seorang dari kami dinyatakan bersalah bila ia tidak keluar (pergi ke tanah lapang) karena ia tidak mempunyai jilbab ?&#8217; Maka sabdanya : &#8216;Hendaklah temannya meminjamkan jilbab untuknya&#8217;.&#8221; (HR. Bukhari Muslim)</p>
<p style="text-align: left;">Jadi Rasulullah mewajibkan seorang muslimah untuk mengenakan jilbabnya dalam keadaan apapun, begitu pentingnya hal ini sehingga apabila seorang muslimah tidak mempunyai jilbab beliau menyuruh temannya untuk meminjaminya.</p>
<p style="text-align: left;">Berikut ini beberapa hikmah dari diwajibkannya jilbab bagi seorang muslimah :</p>
<p style="text-align: left;">a) <span style="text-decoration: underline;">Sebagai identitas seorang muslimah</span></p>
<p style="text-align: left;">Allah memberikan kewajiban untuk berjilbab agar para wanita mukmin mempunyai ciri khas dan identitas tersendiri yang membedakannya dengan orang-orang non muslim. Dalam sebuah hadits dikatakan :</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka&#8221; (HR. Abu Dawud)</p>
<p style="text-align: left;">b) <span style="text-decoration: underline;">Meninggikan derajat wanita muslim (muslimah)</span></p>
<p style="text-align: left;">Dengan mengenakan jilbab yang menutup seluruh auratnya dan tidak membuka auratnya di sembarang tempat, maka seorang muslimah itu bagaikan sebuah batu permata yang terpajang di etalase yang tidak sembarang orang dapat mengambil dan memilikinya. Dan bukan seperti batu yang berserakan di jalan dimana setiap orang dapat dengan mudah mengambilnya, kemudian menikmatinya, lalu membuangnya kembali.</p>
<p style="text-align: left;">Allah berfirman :</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.&#8221;</p>
<p style="text-align: left;">(QS. An Nahl (16) : 97)</p>
<p style="text-align: left;">c) <span style="text-decoration: underline;">Mencegah dari gangguan laki-laki tak bertanggung jawab</span></p>
<p style="text-align: left;">Hal ini mudah dipahami karena dengan seluruh tubuh tertutup kecuali muka dan telapak tangan, maka tidak akan mungkin ada laki-laki iseng yang tertarik untuk menggoda dan mencelakakannya selama ia tidak berperilaku yang berlebih-lebihan. Sehingga kejadian-kejadian seperti perkosaan, perzinaan, dsb dapat dihindarkan</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.&#8221; (QS. Al Israa&#8217; (17) : 32)</p>
<p style="text-align: left;">d) <span style="text-decoration: underline;">Memperkuat kontrol sosial</span></p>
<p style="text-align: left;">Seorang yang ikhlas dalam menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya khususnya dalam mengenakan busana muslimah, Insya Allah ia akan selalu menyadari bahwa dia selalu membawa nama dan identitas Islam dalam kehidupannya sehari-hari, sehingga apabila suatu saat dia melakukan kekhilafan maka ia akan lebih mudah ingat kepada Allah dan kembali ke jalan yang diridhoiNya.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Khatimah</strong></p>
<p style="text-align: left;">Dari uraian diatas dapatlah disimpulkan bahwa dengan diwajibkannya jilbab sebagai busana muslimah ternyata banyak membawa manfaat dan hikmah bagi yang memakainya. Hal ini sesuai dengan firman Allah :</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.&#8221; (QS.Ali Imran (3) : 191)</p>
<p style="text-align: left;">Demikianlah sebagai penutup marilah kita renungkan firman Allah dalam surat Al Baqarah 85 berikut :</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Apakah kamu beriman kepada sebagian dari Al-Kitab dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.&#8221;</p>
<p style="text-align: left;">(QS. Al Baqarah (2) : 85)</p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;"><a href="http://ahlulkisa.com/jilbab-busana-seorang-muslimah.html/syahar-banu-assegaf-2">==&gt;klik disini untuk memperbesar foto</a></p>
<p style="text-align: left;">
<pre style="text-align: left;">Sumber:  f-adikusumo.staff.ugm.ac.id</pre>
<div id="crp_related"><h3>Artikel terkait:</h3><ul><li><a href="http://ahlulkisa.com/wanita-shalihah-5.html" rel="bookmark" class="crp_title">Wanita Shalihah (5)</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/sepuluh-karakteristik-wanita-shalehah.html" rel="bookmark" class="crp_title">Sepuluh Karakteristik Wanita Shalehah</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/wanita-shalihah-6.html" rel="bookmark" class="crp_title">Wanita Shalihah (6)</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/foto-al-maghfurlah-al-habib-ali-bin-jafar-bin-ahmad-alaydrus.html" rel="bookmark" class="crp_title">Foto Al Maghfurlah Al-Habib Ali Bin Ja`far Bin Ahmad Alaydrus</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/tawakal.html" rel="bookmark" class="crp_title">TAWAKAL</a></li></ul></div><img src="http://ahlulkisa.com/?ak_action=api_record_view&id=2372&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahlulkisa.com/jilbab-busana-seorang-muslimah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SYIRIK</title>
		<link>http://ahlulkisa.com/syirik.html</link>
		<comments>http://ahlulkisa.com/syirik.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Apr 2012 11:18:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahlulkisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jendela Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[artikel agama islam]]></category>
		<category><![CDATA[artikel islam]]></category>
		<category><![CDATA[artikel islam terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel islami]]></category>
		<category><![CDATA[artikel tentang islam]]></category>
		<category><![CDATA[artikelislam]]></category>
		<category><![CDATA[Belantara]]></category>
		<category><![CDATA[Cemburu]]></category>
		<category><![CDATA[Duduk]]></category>
		<category><![CDATA[Harkat]]></category>
		<category><![CDATA[Iri]]></category>
		<category><![CDATA[islam artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kejahatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan artikel islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kuno]]></category>
		<category><![CDATA[Kursi]]></category>
		<category><![CDATA[Makna Syirik]]></category>
		<category><![CDATA[Metafora]]></category>
		<category><![CDATA[Patung]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[Sikap]]></category>
		<category><![CDATA[Sosiologi]]></category>
		<category><![CDATA[Syirik]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[Terang]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan Itu]]></category>
		<category><![CDATA[Umat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlulkisa.com/?p=2367</guid>
		<description><![CDATA[Problematika Manusia Sepanjang Masa             Setiap disiplin ilmu, termasuk ilmu agama, mempunyai pengertian yang berbeda antara satu dengan yang lain. Bahkan satu kata dapat mempunyai arti yang berbeda apabila ditinjau dari pengertian sehari-hari, hakiki dan metafora. Kata kursi misalnya, dapat berarti tempat duduk dan dapat juga berarti jabatan dan kedudukan. Hal yang sama dapat kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Problematika Manusia Sepanjang Masa</strong></p>
<p>            Setiap disiplin ilmu, termasuk ilmu agama, mempunyai pengertian yang berbeda antara satu dengan yang lain. Bahkan satu kata dapat mempunyai arti yang berbeda apabila ditinjau dari pengertian sehari-hari, hakiki dan metafora. Kata kursi misalnya, dapat berarti tempat duduk dan dapat juga berarti jabatan dan kedudukan. Hal yang sama dapat kita temui pada pengertian kata “SYIRIK”. Syirik dapat berarti cemburu atau iri bila dipandang dari aspek sosiologi orang Indonesia. Seringkali kita mendengar teman atau orang disekitar kita ngomong, “Ah Syirik lu!”. Ucapan seperti umumnya dilontarkan sebagai sindiran atas sikap dengki atau iri teman kita atas prestasi atau keberhasilan yang kita raih.</p>
<p><span id="more-2367"></span></p>
<p><strong>Makna SYIRIK</strong></p>
<p>Menurut pengertian bahasa, Syirik ialah persekutuan atau bagian. Sedangkan perbuatan Syirik yang diamaksud disini adalah penyekutuan terhadap Tuhan (dengan “T” besar), atau menciptakan tuhan-tuhan baru (dengan “t” kecil), bisa juga berupa keyakinan bahwa tuhan itu berjumlah banyak (politeisme). Dalam perkembangan selanjutnya, terdapat keyakinan akan wujudnya sekutu tuhan, sebagaimana paham Majusi. Penganut Majusi mempercayai keharusan wujudnya dua tuhan yang berlainan tugas, tuhan terang dan tuhan gelap. Segala bentuk kebaikan adalah wewenang tuhan terang, sedangkan tuhan gelap berwenang menimbulkan segala bentuk kejahatan. Adapula yang sekedar menjadikan tuhan untuk dijadikan obyek penyembahan. Contohnya penyembahan pada berhala-berhala yang dilakukan secara tradisional oleh bangsa Arab kuno.</p>
<p>Tidak diragukan lagi bahwa munculnya islam bertujuan untuk menyeru umat manusia menuju sikap bertauhid dan menjauhi belantara syirik; mengesakan Tuhan Yang Maha Esa. Misi tauhid yang dibawa Baginda Rasulullah SAW tidak serta merta mendapat sambutan masyarakat. Problem utama yang dihadapi saat itu adalah perilakumanusia yang telah kehilangan harkat dan martabat kemanusiaan. Mereka tunduk patuh dihadapan patung-patung buatan sendiri. Tapi anehnya, kedatangn Baginda Rasulullah SAW untuk mengembalikan fitrah suci manusia sebagai makhluk berakal dan ber-Tuhan, dianggap menentang budaya warisan nenek moyang.</p>
<p>Diantara misi tauhid yang dibawa Baginda Rasulullah SAW, tercermin dalam firman Allah SWT:</p>
<h2 align="right">اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ لَّا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ</h2>
<p>Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (Q.S. At-Taubah: 31)</p>
<p>Dalam satu riwayat dikisahkan, para penyembah berhala dikota Makkah pernah berkata: “bagaiman mungkin satu tuhan bisa menguasai seluruh manusia”. Pertanyaan itu terlontar saat mereka mendengar bahwa di Madinah, Baginda Rasulullah SAW menerima wahyu yang berbunyi:</p>
<h2 align="right">وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَّا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ</h2>
<p>Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al Baqarah: 163)</p>
<p>Hal ini menunjukkan bahwa titik tekan dakwah Islam ialah bagaimana supaya manusia bertauhid kepada satu Tuhan secara benar. Pada akhirnya, jelaslah bahwa Syirik merupkan penyimpangan terhadap iman dan tauhid. Orang yang berbuat Syirik (Musyrik)mengetahui tentang adanya Tuhan pencipta alam semesta, yaitu Allah SWT, tetapi ia menyekutukan-Nya dengan menyembah tuhan lain selain Allah SWT, atau bahkan hanya menyembah sekutu-sekutu Allah tersebut, yakni dengan mempersembahkan syiar-syiar kebaktian kepada selain Allah SWT.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wallahu A`lam..</p>
<div id="crp_related"><h3>Artikel terkait:</h3><ul><li><a href="http://ahlulkisa.com/hak-allah-dan-hak-sesama.html" rel="bookmark" class="crp_title">Hak Allah Dan Hak Sesama</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/keajaiban-isra-dan-miraj-1.html" rel="bookmark" class="crp_title">Keajaiban Isra Dan Mi`raj (1)</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/cinta-itu-satu-perkenalan.html" rel="bookmark" class="crp_title">Cinta Itu Satu Perkenalan</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/pembahasan-tentang-islam.html" rel="bookmark" class="crp_title">Pembahasan tentang Islam</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/aku-tidak-berharap-surga-dan-tidak-takut-neraka.html" rel="bookmark" class="crp_title">AKU TIDAK BERHARAP SURGA DAN TIDAK TAKUT NERAKA</a></li></ul></div><img src="http://ahlulkisa.com/?ak_action=api_record_view&id=2367&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahlulkisa.com/syirik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Foto Al Habib Salim Assyatiri</title>
		<link>http://ahlulkisa.com/foto-al-habib-salim-assyatiri-4.html</link>
		<comments>http://ahlulkisa.com/foto-al-habib-salim-assyatiri-4.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Mar 2012 19:29:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahlulkisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto Habaib]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Salim Assyatiri]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Al Haddad]]></category>
		<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Al Habib]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Al Habib Salim Assyatiri]]></category>
		<category><![CDATA[foto foto habaib.]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Habib]]></category>
		<category><![CDATA[foto habib habib]]></category>
		<category><![CDATA[foto para habaib]]></category>
		<category><![CDATA[gambar habaib]]></category>
		<category><![CDATA[haba ib]]></category>
		<category><![CDATA[Habib]]></category>
		<category><![CDATA[habib foto]]></category>
		<category><![CDATA[Hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[Jejak]]></category>
		<category><![CDATA[Kamu]]></category>
		<category><![CDATA[Maka]]></category>
		<category><![CDATA[para habaib]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[Salim]]></category>
		<category><![CDATA[Serta]]></category>
		<category><![CDATA[Tabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlulkisa.com/?p=2355</guid>
		<description><![CDATA[Al Habib Salim bin Abdullah Assyatiri, Rubath Tarim-Hadramaut. Garis nasab beliau adalah pohon nasab yang penuh petunjuk dan hidayah. Sebagaimana yang telah diisyaratkan dalam perkataan Al-Habib Abdullah bin Alwi Al haddad : “Mereka mengikuti jejak Rasulullah dan para sahabatnya serta para tabi’in maka berjalanlah kamu dan ikutilah mereka Mereka berjalan menuju suatu jalan kemuliaan generasi demi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong><a href="http://ahlulkisa.com/biografi-al-habib-salim-assyatiri.html" target="_blank">Al Habib Salim bin Abdullah Assyatiri</a>, Rubath Tarim-Hadramaut.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Garis nasab <a href="http://ahlulkisa.com/biografi-al-habib-salim-assyatiri.html" target="_blank">beliau</a> adalah pohon nasab yang penuh petunjuk dan hidayah. Sebagaimana yang telah diisyaratkan dalam perkataan Al-Habib Abdullah bin Alwi Al haddad :<br />
“Mereka mengikuti jejak Rasulullah dan para sahabatnya<br />
serta para tabi’in maka berjalanlah kamu dan ikutilah mereka<br />
Mereka berjalan menuju suatu jalan kemuliaan<br />
generasi demi generasi dengan begitu kokohnya”.</p>
<p><span id="more-2355"></span></p>
<p><a href="http://ahlulkisa.com/wp-content/uploads/2012/03/Hb.-Salim-Assyatiri.jpg">==&gt;klik disini untuk memperbesar foto</a></p>
<div id="crp_related"><h3>Artikel terkait:</h3><ul><li><a href="http://ahlulkisa.com/foto-habib-salim-assyatiri-3.html" rel="bookmark" class="crp_title">Foto Habib Salim Assyatiri</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/foto-al-habib-salim-assyatiri-2.html" rel="bookmark" class="crp_title">Foto Al Habib Salim Assyatiri</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/foto-al-habib-salim-assyatiri.html" rel="bookmark" class="crp_title">Foto Al Habib Salim Assyatiri</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/foto-habib-salim-assyatiri-2.html" rel="bookmark" class="crp_title">Foto Habib Salim Assyatiri</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/foto-al-habib-salim-assyatiri-3.html" rel="bookmark" class="crp_title">Foto Al Habib Salim Assyatiri</a></li></ul></div><img src="http://ahlulkisa.com/?ak_action=api_record_view&id=2355&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahlulkisa.com/foto-al-habib-salim-assyatiri-4.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Foto Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf</title>
		<link>http://ahlulkisa.com/foto-habib-syech-bin-abdul-qadir-assegaf-4.html</link>
		<comments>http://ahlulkisa.com/foto-habib-syech-bin-abdul-qadir-assegaf-4.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Mar 2012 17:35:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahlulkisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto Habaib]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Amp]]></category>
		<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Al Habib]]></category>
		<category><![CDATA[foto foto habaib.]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Habib]]></category>
		<category><![CDATA[foto habib habib]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf]]></category>
		<category><![CDATA[foto para habaib]]></category>
		<category><![CDATA[gambar habaib]]></category>
		<category><![CDATA[haba ib]]></category>
		<category><![CDATA[Habib]]></category>
		<category><![CDATA[habib foto]]></category>
		<category><![CDATA[para habaib]]></category>
		<category><![CDATA[Rabu]]></category>
		<category><![CDATA[Setiap Hari]]></category>
		<category><![CDATA[Sholawat]]></category>
		<category><![CDATA[Solo]]></category>
		<category><![CDATA[Zikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlulkisa.com/?p=2349</guid>
		<description><![CDATA[Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, Solo-Jawa Tengah. KEGIATAN AHBABUL MUSTHOFA Pengajian Rutin (zikir &#38; sholawat) setiap hari Rabu Malam dan Sabtu Malam Ba’da Isyak di Kediaman Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf . Pengajian Rutin Selapanan Ahbabul Musthofa - Purwodadi ( Malam Sabtu Kliwon ) di Masjid Agung Baitul Makmur Purwodadi. - Kudus ( Malam Rabu Pahing ) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, Solo-Jawa Tengah.</strong></p>
<p style="text-align: left;">KEGIATAN AHBABUL MUSTHOFA<br />
Pengajian Rutin (zikir &amp; sholawat)<br />
setiap hari Rabu Malam dan Sabtu Malam Ba’da Isyak di Kediaman Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf .<br />
Pengajian Rutin Selapanan Ahbabul Musthofa<br />
- Purwodadi ( Malam Sabtu Kliwon ) di Masjid Agung Baitul Makmur Purwodadi.<br />
- Kudus ( Malam Rabu Pahing ) di Halaman Masjid Agung Kudus.<br />
- Jepara ( Malam Sabtu Legi ) di Halaman Masjid Agung Jepara .<br />
- Sragen ( Malam Minggu Pahing ) di Masjid Assakinah, Puro Asri, Sragen.<br />
- Jogja ( Malam Jum’at Pahing ) di Halaman PP. Minhajuttamyiz, Timoho, di belakang Kampus IAIN.<br />
- Solo ( Malam Minggu Legi ) di Halaman Mesjid Agung Surakarta.</p>
<p><span id="more-2349"></span></p>
<p><a href="http://ahlulkisa.com/wp-content/uploads/2012/03/Habibana-Syeh.jpg">==&gt; Klik disini untuk memperbesar foto</a></p>
<div id="crp_related"><h3>Artikel terkait:</h3><ul><li><a href="http://ahlulkisa.com/biografi-habib-syech-bin-abdul-qadir-assegaf.html" rel="bookmark" class="crp_title">Biografi Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/foto-habib-syech-bin-abdul-qadir-assegaf-3.html" rel="bookmark" class="crp_title">Foto Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/foto-habib-syech-bin-abdul-qadir-assegaf-2.html" rel="bookmark" class="crp_title">Foto Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/foto-habib-syech-bin-abdul-qadir-assegaf.html" rel="bookmark" class="crp_title">Foto Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/foto-habib-syech-bin-abdul-qodir-assegaf.html" rel="bookmark" class="crp_title">Foto Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf</a></li></ul></div><img src="http://ahlulkisa.com/?ak_action=api_record_view&id=2349&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahlulkisa.com/foto-habib-syech-bin-abdul-qadir-assegaf-4.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perhitungkan Umurmu !</title>
		<link>http://ahlulkisa.com/perhitungkan-umurmu.html</link>
		<comments>http://ahlulkisa.com/perhitungkan-umurmu.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Mar 2012 17:28:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahlulkisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al-Habib Ali bin Muhammad bin Husin Al-Habsyi (Simtud Duror)]]></category>
		<category><![CDATA[Jendela Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Allah Swt]]></category>
		<category><![CDATA[Ar Riyadh]]></category>
		<category><![CDATA[Arrahman]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[artikel agama islam]]></category>
		<category><![CDATA[artikel islam]]></category>
		<category><![CDATA[artikel islam terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel islami]]></category>
		<category><![CDATA[artikel tentang islam]]></category>
		<category><![CDATA[artikelislam]]></category>
		<category><![CDATA[Bin Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Ali]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Hadramaut]]></category>
		<category><![CDATA[Hawa Nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[islam artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kejayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kitab]]></category>
		<category><![CDATA[Kubur]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan artikel islam]]></category>
		<category><![CDATA[Mari Kita]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Bin]]></category>
		<category><![CDATA[Munkar]]></category>
		<category><![CDATA[Perhitungkan Umurmu !]]></category>
		<category><![CDATA[Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[Rusak]]></category>
		<category><![CDATA[Setan]]></category>
		<category><![CDATA[Sunnah Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlulkisa.com/?p=2346</guid>
		<description><![CDATA[Pada hari senin awal Muharam tahun 1326 h di Masjid Ar-Riyadh di kota Sewun Hadramaut, setelah pembacaan Q.S. Arrahman dan hadits Baginda Rasulullah SAW, beliau Al Habib Ali bin Muhammad bin Husain Al Habsy ra berkata: Sunnah nabi SAW telah mengajak dan memanggil kita, begitu pula kitab Allah SWT yaitu Al Qur`an telah menuntun kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada hari senin awal Muharam tahun 1326 h di Masjid Ar-Riyadh di kota Sewun Hadramaut, setelah pembacaan Q.S. Arrahman dan hadits Baginda Rasulullah SAW, beliau Al Habib Ali bin Muhammad bin Husain Al Habsy ra berkata: Sunnah nabi SAW telah mengajak dan memanggil kita, begitu pula kitab Allah SWT yaitu Al Qur`an telah menuntun kita agar kita senantiasa  ber-amar ma`ruf nahi munkar. Barangsiapa memenuhi panggilan-Nya maka sungguh ia amat beruntung. Kejayaan dan kebahagiaan akan ia raih didunia sampai diakhirat kelak. Perhatikan! Kalau kita tidak memenuhi panggilan Allah dan Rasul-Nya, lalu kita kan memenuhi panggilan siapa? Apakah kita akan mendatangi panggilan hawa nafsu kita? Atau kita akan mengindahkan panggilan setan?</p>
<p><span id="more-2346"></span></p>
<p>Saat ini kelalaian telah menyebar dan merata dimana-mana. Banyak anak manusia telah terjangkit kebekuan hati. Jika anda sekalian menggunakan sisa umur anda, gunakanlah untuk berbuat ketaatan kepada-Nya! Kesempatan tak akan datang dua kali. Umur kita makin lama makin habis dan makin mendekati liang kubur. Coba perhitungkan umur kita! Apa yang sudah kita lakukan? Tak ada yang dapat kita lakukan untuk Islam.</p>
<p>Anda yang telah 50 tahun, apa yang telah anda lakukan pada sisa umur anda sekarang? Lutut anda tidak sekuat dulu, penglihatan anda tak setajam dulu, pendengaran anda mulai rusak, kekuatan anda melemah, wajah anda pun telah keriput, kembalilah kepada Allah! Bertaubatlah kepada Allah!</p>
<p>Dizaman kita saat ini setiap mausia hendaknya memperbarui taubatnya disetiap tarikan nafasnya, karena begitu banyak kerusakan, kedzoliman, kebekuan hati dan keberanian menantang perintah Allah sebagai Tuhannya. Aku berharap mudah-mudahan Allah SWT melindungi kita dari segala kerusakan dan kebekuan hati dan semoga Allah menjaga hati kita agar jangan sampai berpaling dari-Nya, amin. Mari kita ucapkan:</p>
<h2 align="right">تُبْنَا إِلَى الله مِنْ جَمِيْعِ اْلمَعَاصِي وَالذُّنُوْب كَبِيْرِهَا وَصَغِيْرِهَا, الله يَقْبَلْ هَذِهِ التَّوْبَة مِنِّي وَمِنْكُمْ, الله يَنْظُرْإِلَى بَلَدِنَا هَذَا وَيُحْيِي مَامَاتْ مِنْ مَعَالِمِ الدّيْنْ وَيُحْيِي مَامَاتْ مِنَ اْلعِلْم, وَيُكَثَّر العُلَمَاءِ وَاْلمُتَعَلَّمِيْن</h2>
<p>Ya Allah kami bertaubat kepada-Mu dari segala perbuatan maksiat dan dosa-dosa kami, baik dosa yang besar maupun yang kecil. Semoga Allah menerima taubatku dan taubat anda semua dan mudah-mudahan Allah memandang negeri kita ini dan menghidupkan kembali panji-panji agama dan menyuburkan kembali ilmu-ilmu agama, serta memunculkan dari negeri ini para pendidik dan para ulama.</p>
<p>Satu amal kebaikan yang kita lakukan karena Allah SWT pasti akan dibalas oleh-Nya denga seribu kali lipat pahala yang agung. Itulah amal seorang hamba Allah yang mendapatkan taufiq-Nya, ia mau mendengarkan nasihat yang diberikan kepadanya, kemudian ia mengamalkan nasihat tersebut didalam amal kehidupan sehari-hari dan ia tidak beramal kecuali hanya mengharap ridho-Nya semata.</p>
<p>Adapun hamba yang terhina dan diharamkan dari taufiq-Nya, tatkala ada orang yang menasehatinya , ia pun berpaling. Walau seribu kali anda menasehatinya, tetap saja hatinya berpaling dari yang haq. Ketahuilah, orang seperti ini adalah orang yang dibenci oleh Allah SWT, Allah berpaling darinya didunia dan akhirat.</p>
<p>Jika hati kita biarkan rusak, maka ia akan berkarat dan cerminnya pun akan menjadi keruh, sehingga saat diberi nasihat, maka nasihat itu tak akan membekas sedikitpun dan bahkan ia menolak nasihat-nasihat itu.</p>
<p>Perhatikan wahai saudara-saudaraku! Apa yang menyebabkan rusak dan keruhnya hati? Tiada lain sebabnya adalah usaha dan kerja yang tidak mengikuti ajaran syari`at Baginda Nabi Muhammad SAW, sehingga yang dihasilkan adalah harta yang subhat bahkan haram.</p>
<p>Firman Allah SWT:</p>
<h2 align="right">كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا يَكْسِبُونَ</h2>
<p>Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka. (Q.S. Al Mutaffifin : 14)</p>
<p>Berusahalah untuk menghilangkan karatnya hati ! jadikan hati anda sekalian hati yang bersih, hati yang suci !.</p>
<p>Semoga Allah SWT menghilangkan karatnya hati kita dan menyucikannya dari dari cinta dunia dan segala syahwat serta kelezatan dunia yang dapat melupakan-Nya. Lihatlah!! Dunia telah memperlihatkan permainannya. Orang-orang yang kita cintai telah kembali menghadap kepada Allah SWT tanpa membawa sedikitpun dari hartanya, tidakkah hal itu kalian saksikan? Diantara kalian ada yang mengantarkan ayahnya kekuburny, diantara kalian ada yang telah mengantarkan ibu kandungnya ketempat peristirahatannya yang terakhir, diantara kalian ada yang telah mengubur putranya atau putrinya, diantara kalian ada yang telah mengusung jenazah istrinya dan lain sebagainya.</p>
<p>Mereka semua telah kembali, mereka semua telah berpulang keharibaan Allah SWT, apa yang mereka dapatkan disana? Apakah mereka mendapat nikmat atau bahkan mereka mendapat adzab kubur? Tak ada satupun dari kita yang mengetahui akan hal itu. Kita pun akan mengalami hal yang sama seperti mereka, tentunya tak akan ada yang kuat bila kita kembali kepada Allah SWT, lalu kita dihadapkan pada perkara yang menyulitkan. Sangat tersiksa bagi mereka para penduduk Neraka saat mereka mendapat murka Allah SWT di Neraka dan sungguh sangat bahagia dan nikmat bagi mereka para penduduk Surga, saat mereka mendapat ridho Allah SWT di Surga-Nya. Bersungguh-sungguhlah anda sekalian untuk beramal shalih yang dapat mendatangkan ridho Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p>Mereka yang benar-benar mengabdikan dirinya kepada Allah SWT, balasannya yang didapat adalah mereka merasakan nikmatnya Surga, padahal mereka masih hidup dialam dunia. Banyak sekali dari mereka itu yang kujumpai, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, sungguh saat mereka shalat mereka menikmatinya, tatkala mengaji AL-Quran mereka merasakan lezatnya, seperti orang-orang yang ingin meraih kenikmatan dunia, mereka Ahlullah ( para wali) lebih merasakan kenikmatn bermunajat dari pada mereka yang bergelut dengan harta dunianya. Allah SWT menyifatkan mereka dengan Firman-Nya:</p>
<p>“Sesungguhnya orang-orang yang berbakti kepada Allah benar-benar berada dalam Surga yang penuh kenikmatan”.</p>
<p>Alhamdulillah, bersyukurlah wahai saudara-saudaraku kepada Allah SWT, bahwa kita mempunyai Tuhan yang Maha Rahmat dan kasih sayang-Nya selalu terlimpah kepada kita, Dia tidak pernah menuntut kepada kita agar kita banyak beramal, akan tetapi Dia menerima amal kita yang kecil dan sedikit ini dan bahkan Dia membalasnya dengan berlipat-lipat pahala. Pintu-Nya selalu terbuka untuk kita, kapanpun kita datang kepada-Nya, pasti Dia menerima kita dengan kasih sayang-Nya.</p>
<p>Saudaraku ! Janganlah anda habiskan umur anda dengan perbuatan dosa dan durhaka, karena setiap dosa yang diperbuat dapat menghapus pelakunya dari diwan (catatan) ahli surga.  Janganlah setiap orang menganggap enteng dosanya! Allah SWT berfirman:</p>
<h2 align="right">وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِندَ اللَّهِ عَظِيمٌ</h2>
<p>“Dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal pada pandangan Allah itu adalah besar”.</p>
<p>Jangan pernah meremehkan dosa yang kecil, karena boleh jadi dosa kecil tersebut yang menggelincirkan anda kelak ketika berada diatas titian Shirathal Mustaqim (yang terbentang diatas api Neraka Jahannam).</p>
<p>Sayyidina Muhammad Al Baqir berkata kepada putranya Sayyidina Ja`far Asshadiq radhiyallahu `anhuma:</p>
<p>“Duhai anakku, sesungguhnya Allah SWT menyembunyikan perkara pada tiga perkara, yaitu:</p>
<ol>
<li>Allah SWT menyembunyikan ridha-Nya pada amal ketaatan kepada-Nya. Maka janganlah kamu sekali-kali meremehkan amal ketaatan sekecil apapun, karena bisa jadi  ridha-Nya ada pada amal kebaikan itu.</li>
<li>Allah SWT menyembunyikan murka-Nya pada amal kemaksiatan, maka janganlah kamu sekali-kali meremehkan amal kemaksiatan sekecil apapun, karena bisa jadi murka-Nya diturunkan pada amal kemaksiatan tersebut.</li>
<li>Allah SWT menyembunyikan para wali-Nya (kekasih-Nya) pada diri hamba-hamba-Nya, maka jangan kau menghina salah seorang diantara mereka, karena kemungkinan orang yang kau hina atau kau remehkan adalah wali-Nya.</li>
</ol>
<p>Kita memohon kepada Allah SWT, sebagaiman Dia mengumpulkan kita diwaktu yang mulia ini untuk mengenang dan membaca perjalanan hidup kekasih-Nya, mudah-mudahan kita dipertemukan oleh Allah SWT dengan wajah beliau habibana Muhammad SAW. Amin ya Rabbal `alamin&#8230;</p>
<p>Wallahu A`lam&#8230;.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<pre>Ust. Alwi bin Ali Al Habsy (pustaka Nabawiy)</pre>
<div id="crp_related"><h3>Artikel terkait:</h3><ul><li><a href="http://ahlulkisa.com/penguasa-adalah-cermin-rakyatnya.html" rel="bookmark" class="crp_title">Penguasa Adalah Cermin Rakyatnya</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/tujuan-yang-terlupakan.html" rel="bookmark" class="crp_title">Tujuan Yang Terlupakan</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/kunci-kunci-surga.html" rel="bookmark" class="crp_title">Kunci-Kunci Surga</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/nasehat-sahabat-abu-bakar-ash-shiddiq-r-a.html" rel="bookmark" class="crp_title">Nasehat Sahabat Abu Bakar Ash-shiddiq r.a</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/sinar-sahabat-penghias-langit.html" rel="bookmark" class="crp_title">Sinar Sahabat Penghias Langit</a></li></ul></div><img src="http://ahlulkisa.com/?ak_action=api_record_view&id=2346&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahlulkisa.com/perhitungkan-umurmu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Foto Habib Abdullah bin Muhammad bin Alwi bin Syahab</title>
		<link>http://ahlulkisa.com/foto-habib-abdullah-bin-muhammad-bin-alwi-bin-syahab-3.html</link>
		<comments>http://ahlulkisa.com/foto-habib-abdullah-bin-muhammad-bin-alwi-bin-syahab-3.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Mar 2012 15:49:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahlulkisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto Habaib]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Abdullah bin Muhammad bin Alwi bin Syahab (`Ainu Tarim)]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Ainu]]></category>
		<category><![CDATA[Bin Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Dimana]]></category>
		<category><![CDATA[Disini]]></category>
		<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Al Habib]]></category>
		<category><![CDATA[foto foto habaib.]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Habib]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Habib Abdullah bin Muhammad bin Alwi bin Syahab]]></category>
		<category><![CDATA[foto habib habib]]></category>
		<category><![CDATA[foto para habaib]]></category>
		<category><![CDATA[gambar habaib]]></category>
		<category><![CDATA[haba ib]]></category>
		<category><![CDATA[habaib]]></category>
		<category><![CDATA[Habib]]></category>
		<category><![CDATA[habib foto]]></category>
		<category><![CDATA[Habib umar]]></category>
		<category><![CDATA[Kota]]></category>
		<category><![CDATA[Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Maka]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Bin]]></category>
		<category><![CDATA[Nan]]></category>
		<category><![CDATA[para habaib]]></category>
		<category><![CDATA[Permata]]></category>
		<category><![CDATA[Salim]]></category>
		<category><![CDATA[Tarim]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Tidak Akan]]></category>
		<category><![CDATA[Umar Bin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlulkisa.com/?p=2340</guid>
		<description><![CDATA[Habib Abdullah bin Muhammad bin Alwi bin Syahab, `Ainu Tarim. Dimana ketika dijumpai suatu majelis yang dihadiri oleh habaib Tarim seperti Al Habib Abdullah bin Shahab (Ainu Tariem), Al Habib Salim bin Abdullah Asyatiri, Al HabibMasyhur bin Hafidz, Al Habib Umar bin Hafidz dan yang lainnya, kesemuanya merupakan permata nan indah dari Kota Tarim. Yang kemudian ketika waktu memberikan tausiyah, maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Habib Abdullah bin Muhammad bin Alwi bin Syahab, `Ainu Tarim.</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong></strong>Dimana ketika dijumpai suatu majelis yang dihadiri oleh habaib Tarim seperti Al Habib Abdullah bin Shahab (Ainu Tariem), Al Habib Salim bin Abdullah Asyatiri, Al HabibMasyhur bin Hafidz, Al Habib Umar bin Hafidz dan yang lainnya, kesemuanya merupakan permata nan indah dari Kota Tarim. Yang kemudian ketika waktu memberikan tausiyah, maka Al Habib Salim bin Abdullah Asyatiri tidak akan memberikan tausiyah sebelum AlHabib Abdullah bin Syahab memberikan tausiyah<br />
<span id="more-2340"></span></p>
<p><a href="http://ahlulkisa.com/wp-content/uploads/2012/03/Ainu-Tarim.jpg">==&gt; klik disini untuk memperbesar foto</a></p>
<div id="crp_related"><h3>Artikel terkait:</h3><ul><li><a href="http://ahlulkisa.com/biografi-ringkas-habib-abdullah-bin-muhammad-bin-alwi-bin-abdullah-bin-syahab-%e2%80%98ainu-tarim.html" rel="bookmark" class="crp_title">Biografi Ringkas Habib Abdullah bin Muhammad bin Alwi bin Abdullah bin Syahab ( ‘Ainu Tarim )</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/foto-habib-abdullah-bin-muhammad-bin-alwi-bin-syahab-2.html" rel="bookmark" class="crp_title">Foto Habib Abdullah bin Muhammad bin Alwi bin Syahab</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/foto-habib-abdullah-bin-muhammad-bin-alwi-bin-syahab.html" rel="bookmark" class="crp_title">Foto Habib Abdullah bin Muhammad bin Alwi bin Syahab</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/foto-al-habib-abdullah-bin-muhammad-bin-alwi-bin-syahab.html" rel="bookmark" class="crp_title">Foto Al Habib Abdullah bin Muhammad bin Alwi bin Syahab</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/foto-al-maghfurlah-habib-hasan-bin-abdullah-assyatiri-bersama-habib-abdullah-bin-muhammad-bin-syahab.html" rel="bookmark" class="crp_title">Foto Al Maghfurlah Habib Hasan bin Abdullah Assyatiri Bersama Habib Abdullah bin Muhammad bin Syahab</a></li></ul></div><img src="http://ahlulkisa.com/?ak_action=api_record_view&id=2340&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahlulkisa.com/foto-habib-abdullah-bin-muhammad-bin-alwi-bin-syahab-3.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tujuan Yang Terlupakan</title>
		<link>http://ahlulkisa.com/tujuan-yang-terlupakan.html</link>
		<comments>http://ahlulkisa.com/tujuan-yang-terlupakan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Mar 2012 18:19:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahlulkisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jendela Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[Al Baqarah]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[artikel islam]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel islami]]></category>
		<category><![CDATA[artikel tentang islam]]></category>
		<category><![CDATA[artikel-artikel islam]]></category>
		<category><![CDATA[artikelislam]]></category>
		<category><![CDATA[artikelislami]]></category>
		<category><![CDATA[Berat]]></category>
		<category><![CDATA[ceramah agama]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Iri Hati]]></category>
		<category><![CDATA[islam artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Jujur]]></category>
		<category><![CDATA[Kantor]]></category>
		<category><![CDATA[Kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kecewa]]></category>
		<category><![CDATA[Kesempatan]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan artikel islam]]></category>
		<category><![CDATA[Macam]]></category>
		<category><![CDATA[Milah]]></category>
		<category><![CDATA[Neraka]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Rajin]]></category>
		<category><![CDATA[Sapi]]></category>
		<category><![CDATA[Segar]]></category>
		<category><![CDATA[Selera]]></category>
		<category><![CDATA[Tujuan Yang Terlupakan]]></category>
		<category><![CDATA[Upah Untuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlulkisa.com/?p=2333</guid>
		<description><![CDATA[رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ &#8220;Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka&#8221;. (Q.S. Al-Baqarah: 201). Semua kegiatan yang dilakukan manusia , pasti mempunyai tujuan tertentu. Seorang pegawai, rela menghabiskan sepanjang harinya mengerjakan pekerjaan kantor, karena ia mempunyai tujuan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align: right;">رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ</h2>
<p>&#8220;Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka&#8221;. (Q.S. Al-Baqarah: 201).</p>
<p><span id="more-2333"></span></p>
<p>Semua kegiatan yang dilakukan manusia , pasti mempunyai tujuan tertentu. Seorang pegawai, rela menghabiskan sepanjang harinya mengerjakan pekerjaan kantor, karena ia mempunyai tujuan untuk memperoleh upah untuk menghidupi anak dan istrinya. Bila suatu saat kantornya itu tidak dapat lagi memberinya upah, tentu ia akan segera keluar dari kantor itu.</p>
<p>Orang yang tidak tahu tujuan kegiatan yang dilakukannya, adalah ibarat sapi di pejagalan. Sapi tidak pernah tahu untuk apa ia dibawa ketempat pejagalan, Seandainya saja dia tahu, tentunya dia tidak punya selera lagi untuk makan rerumputan segar yang disodorkan kepadanya, atau setidaknya ia akan berusaha mencari kesempatan untuk kabur dari tempat itu.</p>
<p>Demikian juga saat kita mempelajari ilmu agama. Kita seharusnya tahu, untuk apa mempelajari ilmu agama itu. Bila tidak, bukankah ini berarti kita sama saja dengan sapi yang disebutkan tadi? Untuk apakah sebenarnya tujuan kita memplajari ilmu agama? Tidak diragukan lagi, kita sangat perlu memepelajari ilmu agama, agar didunia ini kita bisa hidup bahagia dan diakherat kelak kita akan menempati Surga. Bila sekarang ini kita masih dilanda stress, gelisah, dendam, iri hati, kecewa berat dan segala macam apapun yang bertentangan dengan kebahagiaan; maka haruslah kita akui dengan jujur, bahwa pelajaran agama yang telah kita dapatkan selama ini, ternyata masih jauh dari tujuannya. Pengajian-pengajian ataupun ceramah agama yang kita ikuti, mungkin masih kurang banyak. Atau, kita sudah cukup rajin menghadiri Pengajian-pengajian agama, tetapi kita belum pandai memilah-milah dan memilih yang disampaikan oleh ustdz atau ustadzah. Apa yang seharusnya kita benamkan kedalam jiwa, hanya kita lewatkan saja ditelinga. Sebaliknya, apa yang seharusnya dilewatkan saja di telinga, seperti selingan humor yang disampaikan penceramah, justru itu yang kita benamkan dalam hati. Hal ini terjadi karena kemungkinan besar kita lupa, untuk apa sebenarnya kita hadir ketempat pengajian itu? Bila dari awal kita mengetahui dengan benar apa tujuan kita menghadiri pengajian, maka semestinya kita akan dapat memilah-milah mana pasir dan mana mutiara.</p>
<p>Firman Allah SWT:</p>
<p>Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. (Q.S. Al-Kahfi: 104)</p>
<p>Mudah-mudahan ini dapat menggugah hati kita untuk introspeksi diri, apakah selama ini kita sudah benar dalam mempelajari ilmu agama, jangan-jang kita seperti sapi yang tahu tempat pejagalan tetapi tidak tahu untuk apa ia berada disana dan mudah-mudahan perenungan ini dapat mengingatkan kita, betapa pentingnya untuk mengetahui kemana arah tujuan kegiatan kita. Karena dengan demikian kita akan dapat mengevaluasi, apakah yang kita lakukan selama ini sudah sesuai denga arah tujuan itu atau malahan melenceng. Bila kita masih juga dilanda stress, gelisah, dendam, iri hati, kecewa berat dan segala macam apapun yang bertentangan dengan kebahagiaan; atau masih berbuat mungkar, ini berarti , mungkin selama ini kita masih belum bisa memilah-milah mana pasir dan mana mutiara.</p>
<p>Wallahu A`lam…</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;">
<div id="crp_related"><h3>Artikel terkait:</h3><ul><li><a href="http://ahlulkisa.com/bangkrut.html" rel="bookmark" class="crp_title">BANGKRUT</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/mencintai-sang-pencipta-cinta.html" rel="bookmark" class="crp_title">Mencintai Sang Pencipta Cinta</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/dunia-yang-nisbi-%e2%80%93-kalam-al-habib-abdullah-bin-husain-bin-thahir.html" rel="bookmark" class="crp_title">Dunia yang Nisbi – Kalam Al Habib Abdullah bin Husain bin Thahir</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/jangan-putus-harapan.html" rel="bookmark" class="crp_title">Jangan Putus Harapan</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/perhitungkan-umurmu.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perhitungkan Umurmu !</a></li></ul></div><img src="http://ahlulkisa.com/?ak_action=api_record_view&id=2333&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahlulkisa.com/tujuan-yang-terlupakan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BANGKRUT</title>
		<link>http://ahlulkisa.com/bangkrut.html</link>
		<comments>http://ahlulkisa.com/bangkrut.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Mar 2012 19:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahlulkisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jendela Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Akhlak Yang Baik]]></category>
		<category><![CDATA[Allah Swt]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[artikel islam]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel islami]]></category>
		<category><![CDATA[artikel tentang bangkrut]]></category>
		<category><![CDATA[artikel-artikel islam]]></category>
		<category><![CDATA[artikel-artikel.]]></category>
		<category><![CDATA[artikelislam]]></category>
		<category><![CDATA[artikelislami]]></category>
		<category><![CDATA[BANGKRUT]]></category>
		<category><![CDATA[Bayar]]></category>
		<category><![CDATA[Datang]]></category>
		<category><![CDATA[Dosa]]></category>
		<category><![CDATA[Habis]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[Hutang]]></category>
		<category><![CDATA[islam artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan artikel islam]]></category>
		<category><![CDATA[Maka]]></category>
		<category><![CDATA[Miliki]]></category>
		<category><![CDATA[Nantu]]></category>
		<category><![CDATA[Pahala]]></category>
		<category><![CDATA[Rajin]]></category>
		<category><![CDATA[Rampas]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Shalat]]></category>
		<category><![CDATA[Siapa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlulkisa.com/?p=2329</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika Baginda Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabatnya: “Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu?”. Salah seorang sahabat menjawab “Bagi kami orang yang bangkrut itu, adalah orang yang kehilangan harta dan seluruh miliknya “. Baginda Rasulullah SAW bersabda: “Bukan, orang yang bangkrut itu ialah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika Baginda Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabatnya: “Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu?”. Salah seorang sahabat menjawab “Bagi kami orang yang bangkrut itu, adalah orang yang kehilangan harta dan seluruh miliknya “.</p>
<p><span id="more-2329"></span></p>
<p>Baginda Rasulullah SAW bersabda: “Bukan, orang yang bangkrut itu ialah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala dari seluruh amal shalehnya, seperti dari puasanya, zakatnya ataupun wakafnya, tetapi ketika pahala itu akan ditimbang, datanglah orang-orang yang mengadu, “Ya Allah, duhulu ia pernah menuduhku berbuat sesuatu, padahal aku tidak pernah melakukannya”, kemudian Allah SWT menyuruh agar ia membayar orang yang mengadu itu dengan sebagian pahalanya. Kemudian datang lagi orang lain yang mengadu, “ ya Allah, ia pernah mengambil hak-ku dengan sewenang-wenang”, lalu Allah SWT menyuruhnya lagi membayar dengan pahalanya kepada orang yang mengadu itu. Setelah itu datang lagi orang lain yang mengadu lagi; sampai akhirnya seluruh pahala shalat, haji dan puasanya itu, habis dipakai untuk membayar orang-orang yang pernah ia rampas haknya ataupun ia tuduh tanpa alasan yang benar.</p>
<p>Kini tidak ada lagi pahala yang tersisa, semuanya telah habis dipakai untuk membayar hutang atas kelakuan dzalim pada waktu ia hidup didunia. Sementara itu, orang yang mengadu masih datang juga, maka Allah SWT memutuskan agar dosa orang yang mengadu itu dipindahkan kepadanya sebagai tebusan atas kesalahan yang dilakukannya pada orang-orang itu didunia dahulu.</p>
<p><strong>Itulah orang yang bangkrut di hari kiamat, yaitu orang yang rajin beribadah tetapi ia tidak memiliki akhlak yang baik, dia merampas hak orang lain dan banyak menyakiti hati saudara-saudaranya.</strong></p>
<p>Kisah ini memberi pelajaran pada kita, bahwa pada intinya tidak ada hutang yang tidak dibayar, semua bentuk kadzaliman yang kita lakukan, harus kita bayar tunai dengan pahala yang kita miliki diakhirat nantu. Allah SWT berfirman:</p>
<p>“Barangsiapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudharatan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (Q.S. Annisa: 111)</p>
<p>“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri”. (Q.S. Al Isra`: 7)</p>
<p>Sayyidina Ali bin Abu Thalib k.w, berkata: “Hidup ini adalah suatu bagian dari mata rantai perjalanan yang harus dilalui manusia, yaitu bermula dari alam roh lalu menuju alam janin, kemusian alam dunia lalu masuk kealam kubur dan kemudian menetap abadi dialam akherat. Orang yang bijak akan menabung sebanyak-banyaknya agar diakhir perjalanan nanti ia dapat bersenang-senang. Ia mengerti benar, bahwa tempat bersenang-senang itu bukan diperjalanan, tetapi nanti bila sampai ditempat tujuan. Orang bijak, tidak mau memanggul bekalnya sendirian, ia titipkan bekal-bekalnya pada orang lain sehingga ia dapat menempuh perjalanan ini tanpa repot-repot diganduli oleh perbekalannya”.</p>
<p>Salah seorang bertanya kepada Sayyidina Ali k.w: “Bagaimana caranya menitipkan bekal kepada orang lain itu? Sayyidina Ali k.w. Menjawab: “Ketahuilah, bahwa tidak ada hutang yang tidak dibayar. Bila seseorang menyakiti hatimu, maka ia harus membayarnya nanti dengan pahalanya. Begitu juga bila seseorang memfitnahmu, maka ia harus bayar perbuatan jahatnya itu dengan pahalanya atau bila seseorang yang berhutang padamu dan ia tidak mau membayar hutangnya itu, kelak ia harus membayarnya dengan pahalanya. Intinya, kedzaliman orang terhadapmu, pada hakikatnya adalah tambahan pahala bagimu. Begitulah caranya menitipkan bekal kita pada orang lain.</p>
<p>Mudah-mudahan kisah ini dapat memberikan pencerahan bagi jiwa kita, bahwa perbuatan buruk yang kita lakukan akan sangat merugikan diri kita sendiri, karena diakherat nanti harus kita bayar tunai dengan pahala yang payah-payah kita kumpulkan. Sebaliknya, tidak usah kita risau dengan perbuatan dzalim orang lain pada diri kita, karena bukankah hal itu berarti ia membawakan perbekalan kita yang kelak akan diserahkannya diakhir perjalalan nanti?</p>
<p>Wallahu A`lam….</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="crp_related"><h3>Artikel terkait:</h3><ul><li><a href="http://ahlulkisa.com/dahsyatnya-padang-mahsyar-1.html" rel="bookmark" class="crp_title">DAHSYATNYA PADANG MAHSYAR (1)</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/tujuan-yang-terlupakan.html" rel="bookmark" class="crp_title">Tujuan Yang Terlupakan</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/kerusakan-akibat-kejahatan-lidah.html" rel="bookmark" class="crp_title">Kerusakan Akibat Kejahatan Lidah</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/niat-hanya-untuk-allah.html" rel="bookmark" class="crp_title">Niat Hanya Untuk Allah</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/rindu-baginda-rasulullah-saw-4.html" rel="bookmark" class="crp_title">RINDU BAGINDA RASULULLAH SAW (4)</a></li></ul></div><img src="http://ahlulkisa.com/?ak_action=api_record_view&id=2329&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahlulkisa.com/bangkrut.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Foto Al Maghfurlah Al Habib Abdullah Bin Abdulqadir Bilfaqih</title>
		<link>http://ahlulkisa.com/foto-al-maghfurlah-al-habib-abdullah-bin-abdulqadir-bilfaqih-2.html</link>
		<comments>http://ahlulkisa.com/foto-al-maghfurlah-al-habib-abdullah-bin-abdulqadir-bilfaqih-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Mar 2012 16:34:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahlulkisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto Habaib]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Abdullah Bin Abdul Qadir Bil Faqih]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[1411]]></category>
		<category><![CDATA[30 November]]></category>
		<category><![CDATA[Al Alawi]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Awal]]></category>
		<category><![CDATA[Bin Ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Al Habib]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Al Maghfurlah Al Habib Abdullah Bin Abdulqadir Bilfaqih]]></category>
		<category><![CDATA[foto foto habaib.]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Habib]]></category>
		<category><![CDATA[foto habib habib]]></category>
		<category><![CDATA[foto para habaib]]></category>
		<category><![CDATA[gambar habaib]]></category>
		<category><![CDATA[haba ib]]></category>
		<category><![CDATA[Habib]]></category>
		<category><![CDATA[habib foto]]></category>
		<category><![CDATA[Malang Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[para habaib]]></category>
		<category><![CDATA[Usia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlulkisa.com/?p=2323</guid>
		<description><![CDATA[Al Maghfurlah Al-Habib Abdullah bin ‘Abdul Qadir bin Ahmad BilFaqih al-’Alawi. Malang-Jawa Timur. Habib Abdullah wafat pada hari Sabtu 24 Jumadil Awal 1411 H (30 November 1991) dalam usia 56 tahun. Ribuan orang melepas kepergiannya memenuhi panggilan Allah SWT. Setelah dishalatkan di Masjid Jami’ Malang, jenazahnya dimakamkan berdampingan dengan makam ayahandanya di pemakaman Kasin, Malang, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Al Maghfurlah Al-Habib Abdullah bin ‘Abdul Qadir bin Ahmad BilFaqih al-’Alawi. Malang-Jawa Timur.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Habib Abdullah wafat pada hari Sabtu 24 Jumadil Awal 1411 H (30 November 1991) dalam usia 56 tahun. Ribuan orang melepas kepergiannya memenuhi panggilan Allah SWT. Setelah dishalatkan di Masjid Jami’ Malang, jenazahnya dimakamkan berdampingan dengan makam ayahandanya di pemakaman Kasin, Malang, Jawa Timur.</p>
<p style="text-align: center;"><span id="more-2323"></span></p>
<p><a href="http://ahlulkisa.com/wp-content/uploads/2012/03/al-habib-abdullah-bin-abdul-qodir-bilfaqih.jpg">==&gt; klik disini untuk memperbesar foto</a></p>
<div id="crp_related"><h3>Artikel terkait:</h3><ul><li><a href="http://ahlulkisa.com/foto-al-maghfurlah-al-habib-abdullah-bin-abdulqadir-bilfaqih.html" rel="bookmark" class="crp_title">Foto Al Maghfurlah Al Habib Abdullah Bin Abdulqadir Bilfaqih</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/foto-al-habib-abdullah-bin-abdulqadir-bilfaqih-2.html" rel="bookmark" class="crp_title">Foto Al Habib Abdullah Bin Abdulqadir Bilfaqih</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/foto-al-habib-abdullah-bin-abdulqadir-bilfaqih.html" rel="bookmark" class="crp_title">Foto Al Habib Abdullah Bin Abdulqadir Bilfaqih</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/foto-al-habib-abdul-qadir-bin-ahmad-bil-faqih.html" rel="bookmark" class="crp_title">Foto Al Habib Abdul Qadir Bin Ahmad Bil Faqih</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/manaqib-al-maghfurlah-al-habib-abdullah-bin-abdulqadir-bilfaqih.html" rel="bookmark" class="crp_title">Manaqib Al Maghfurlah Al Habib Abdullah Bin Abdulqadir Bilfaqih</a></li></ul></div><img src="http://ahlulkisa.com/?ak_action=api_record_view&id=2323&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahlulkisa.com/foto-al-maghfurlah-al-habib-abdullah-bin-abdulqadir-bilfaqih-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penguasa Adalah Cermin Rakyatnya</title>
		<link>http://ahlulkisa.com/penguasa-adalah-cermin-rakyatnya.html</link>
		<comments>http://ahlulkisa.com/penguasa-adalah-cermin-rakyatnya.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2012 01:56:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahlulkisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jendela Qalbu]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Al Imam]]></category>
		<category><![CDATA[Allah Swt]]></category>
		<category><![CDATA[Alwi]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[artikel islam]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel islami]]></category>
		<category><![CDATA[artikel tentang islam]]></category>
		<category><![CDATA[artikelislam]]></category>
		<category><![CDATA[artikelislami]]></category>
		<category><![CDATA[Bijak]]></category>
		<category><![CDATA[Bin Ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[Cermin]]></category>
		<category><![CDATA[Habib]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Hasan]]></category>
		<category><![CDATA[islam artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Jahat]]></category>
		<category><![CDATA[Kalau]]></category>
		<category><![CDATA[Karena]]></category>
		<category><![CDATA[Kejujuran]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan artikel islam]]></category>
		<category><![CDATA[Maka]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[Pasti]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[Penguasa Adalah Cermin Rakyatnya]]></category>
		<category><![CDATA[Sangat]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahlulkisa.com/?p=2312</guid>
		<description><![CDATA[Dinukil dari nasihat Assyeikh Al Imam Abdullah bin Ahmad Basaudan r.a. “Pada suatu hari Sayyidina Al Imam hasan Al Basri rahimahullah mendengar seseorang berdo`a kepada Allah SWT agar Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqofi, seorang gubernur yang sangat kejam dan dzalim itu mati atau dipecat. Mendengar do`a dari orang tersebut, Imam hasan Al Basri berkata kepadanya: “mengapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dinukil dari nasihat Assyeikh Al Imam Abdullah bin Ahmad Basaudan r.a. “Pada suatu hari Sayyidina Al Imam hasan Al Basri rahimahullah mendengar seseorang berdo`a kepada Allah SWT agar Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqofi, seorang gubernur yang sangat kejam dan dzalim itu mati atau dipecat. Mendengar do`a dari orang tersebut, Imam hasan Al Basri berkata kepadanya: “mengapa kau berdo`a seperti itu? Semestinya kau tidak melakukan hal seperti itu?</p>
<p><span id="more-2312"></span></p>
<p>Karena Allah SWT selalu menguasakanseorang penguasa kepada kalian sesuai dengan tingkah laku kalian sendiri. Aku takut jika do`a anda tadi dikabulkan oleh Allah SWT, yaitu Hajjaj mati atau dipecat, setelah itu kalian pasti kan dikuasai oleh mereka-mereka yang jauh lebih jahat dan lebih kejam dari Hajjaj.</p>
<p><a href="http://ahlulkisa.com/penguasa-adalah-cermin-rakyatnya.html/sang-penguasa" rel="attachment wp-att-2315"><img class="aligncenter size-full wp-image-2315" title="sang penguasa" src="http://ahlulkisa.com/wp-content/uploads/2012/03/sang-penguasa.jpg" alt="" width="578" height="461" /></a></p>
<p>Ada suatu ungkapan yang mengatakan, “Pekerja-pekerja anda adalah cermin dari kelakuan dan pekerjaan anda itu sendiri”. Artinya kalau kelakuan dan akhlak kita baik, maka para penguasa yang memimpin kita, adalah orang-orang yang baik budi, tapi bila akhlak kita tidak terpuji bahkan moral kita rusak, maka para penguasa yang memimpin kita adalah orang-orang yang sama akhlak dan moralnya dengan kita.</p>
<p>Seorang ulama bijak berkata: “Tegakkan kejujuran dan keluhuran dalam hati kalian, maka dengan sendirinya pemimpin kalian akan memimpin rakyatnya dengan kejujuran dan keluhuran budi”.</p>
<p>Wallahu A`lam</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Al Habib Alwi bin Ali Al Habsy (Pustaka Nabawiy)</p>
<div id="crp_related"><h3>Artikel terkait:</h3><ul><li><a href="http://ahlulkisa.com/apa-hasilnya-aku-membaca-al-qur%e2%80%99an.html" rel="bookmark" class="crp_title">Apa Hasilnya Aku Membaca Al Qur’an?</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/bangkrut.html" rel="bookmark" class="crp_title">BANGKRUT</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/perhitungkan-umurmu.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perhitungkan Umurmu !</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/aku-tidak-berharap-surga-dan-tidak-takut-neraka.html" rel="bookmark" class="crp_title">AKU TIDAK BERHARAP SURGA DAN TIDAK TAKUT NERAKA</a></li><li><a href="http://ahlulkisa.com/wasiat-imam-ali-zainal-abidin-r-a.html" rel="bookmark" class="crp_title">Wasiat Imam Ali Zainal Abidin R.A</a></li></ul></div><img src="http://ahlulkisa.com/?ak_action=api_record_view&id=2312&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahlulkisa.com/penguasa-adalah-cermin-rakyatnya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Served from: ahlulkisa.com @ 2012-05-19 18:41:15 by W3 Total Cache -->
